Search This Blog

Wednesday, August 19, 2015

Sajak-sajak Buih Aba Mardjani

1
Ini buih panas
sesekali kau mencampakkannya hingga entah ke mana dan kau tak peduli
sesekali kau menyembunyikannya dalam rongga gelap dan membiarkannya kempes
sesekali kau menjunjungnya di atas kepalamu dan kau bawa wara-wiri
sesekali kau menggenggamnya dan kau melengking-lengking kepanasan
sesekali kau mengulumnya dan kau biarkan lidahmu melepuh
sesekali kau menelannya dan kau rasakan dadamu mendidih
sesekali kau memamahnya dan mulutmu kebus
sesekali kau melelangnya dan kau ketagihan

2
Warna-warni buih
tahukah kau bahwa buih tak cuma bening putih
merah – merah darah, merah muda, merah marun, merah delima, entah
hijau – hijau muda, hijau tua, hijau daun, entah
kuning – kuning tua, kuning muda, entah
putih bersih, hitam legam, ungu, kelabu, biru, cokelat
mestinya jadi indah jika tak saling tabrakan
mestinya tak perlu pecah karena saling tubrukan
serupa pelangi berjujur di ufuk langit

3
Buihmu Buihku
kaubilang buihmu lebih bagus
kubilang buihku lebih halus
kaubilang buihmu lebih mulus
kubilang buihku lebih maknyus
kaubilang merawat buihmu lebih tulus
kubilang merawat buihku lebih lurus

4
Bentuk-bentuk Buih
buihku mungkin pipih
dan buihmu bulat, lonjong, kotak, segi tiga
panjang, pendek
tak mengapa, bukan?
yang penting ia buih
di dalamnya kau rasakan ketenteraman
damai

Agustus 2015