Search This Blog

Monday, January 16, 2012

Sayap-Sayap Luka




Pada tiris gerimis kutitipkan sayap-sayap luka, rindu yang sembab, dan angin dingin membiarkannya menari bersama daun-daun luruh
Pada angin kusampirkan bibir-bibir kelu, mimpi yang patah, dan angin dingin membiarkannya meruap bersama rembang senja
Pada debu kuterbangkan telinga-telinga tuli, asa yang retak, dan angin dingin membiarkannya lindap bersama pekat malam
Padamu, para raksasa, pernah kutitipkan segala asa, namun kauberikan telaga utopia
Maka biarkan kuempaskan sayap lukaku, rindu sembabku, bibir keluku, mimpi patahku, telinga tuliku, asa retakku


No comments: