Search This Blog

Friday, December 10, 2010

AF - AN INDONESIAN ARTIST DICTIONARY

Farouk AFERO, AKTOR Nama lengkapnya Farouk Achmad bin Asgar Ali. Ia kelahiran Pandori Bali, Pakistan, 4 Juli 1939, mengenyam pendidikan di Islamic High School di Lahore, Pakistan (tidak lulus). Nama Afero diperoleh Farouk saat dia aktif sebagai petinju amatir. Sebagai aktor film-film layar lebar Indonesia, masa aktif Farouk adalah 1964 hingga 2003. Karier Farouk di film layar lebar Indonesia dimulai dengan bermain dalam film Ekspedisi Terakhir yang dibintangi Ratno Timoer, Dicky Zulkarnaen, dan Soekarno M. Noer pada 1964. Nama Farouk mulai tenar ketika dia tampil dalam film Bernafas Dalam Lumpur (1970), di mana dia memainkan tokoh jahat lewat peran germo Rais yang begitu kejam menganiaya watunas (WTS) molek yan diperankan Suzanna. Hampir sepanjang kariernya Farouk memang memainkan peran-peran antagonis. Aktor pembantu Terbaik diraih Farouk pada FFI 1976 dalam Laila Majenun (1975)arahan sutradara Sjumandajaya. Setelah bermain dalam hampir 100 film belakangan, Farouk juga tampil dalam banyak sinetron, antara lain dalam Ujang & Aceng (1996). Duren-Duren, Abunawas, Biang Kerok dan terakhir masih ikut mendukung Melodi Cinta 2 (sebagai ayah Denny Malik).
Farouk wafat pada 13 April 2003) karena kanker paru-paru yang diderita selama setahun. “Lepas dari kepribadiannya yang eksentrik, dia adalah pemain yang baik, disiplin, dan enggak hanya memikirkan perannya. Dia juga berpikir agar film yang dimainkannya bisa sukses,” ungkap Dedi ketika melayat.
BIOGRAFI – Nama lengkap: Farouk Achmad bin Asgar Ali. Kelahiran: Pandora Bali, Pakistan, 4 Juli 1939 (wafat 13 April 2003). Istri: Bibi Maryam (almh). Uke Octarina (istri kedua). Anak: Lima laki-laki dan satu perempuan antara lain Farid Achmad dan Facrio.
FILMOGRAFI: Ekspedisi Terakhir (1964), Segenggam Tanah Perbatasan (1965), Madju Tak Gentar (1965), Hantjurnya Petualang (1966), Sendja Di Djakarta (1967), Kasih Diambang Maut (1967, Sembilan (1967), Djakarta-Hongkong-Macao (1968), Laki-Laki Tak Bernama (1969), Orang-orang Liar (1969), Noda Tak Berampun (1970), Bernafas Dalam Lumpur (1970), Tuan Tanah Kedawung (1970), Dibalik Pintu Dosa (1970), Matinja Seorang Bidadari (1971), Tjinta Di Batas Peron (1971), Biarkan Musim Berganti (1971), Kekasihku Ibuku (1971), Air Mata Kekasih (1971), Si Gondrong (1971), Tiada Maaf Bagimu (1971), Matinja Seorang Bidadari (1971), Lorong Hitam (1971), Intan Berduri (1972), Ratu Ular (1972), Mutiara dalam Lumpur (1972), Lingkaran Setan (1972), Takkan Kulepaskan (1972), Tjintaku Djauh Di Pulau (1972), Kabut Bulan Madu (1972), Ibu Sejati (1973), Si Manis Jempatan Ancol (1973), Akhir Sebuah Impian (1973), Percintaan (1973), Kutukan Ibu (1973), Jimat Benyamin (1973), Si Rano (1973), Cucu (1973), Perempuan (1973), Setitik Noda (1974), Batas Impian (1974), Atheis (1974), Ratapan dan Rintihan (1974), Pacar (1974), Krisis X (1975), Laila Majenun (1975), Liku-Liku Panasnya Cinta (1976), Si Doel Anak Modern (1976), Ganasnya Nafsu (1976), Pendekar (1976), Liku-Liku Panasnya Cinta (1976), Pengakuan Seorang Perempuan (1976), Bungalo Di Lereng Bukit (1976), Kampus Biru (1976), Selangit Mesra (1977), Si Doel Anak Modern (1977), Rahasia Perkawinan (1978), Bulu-Bulu Cendrawasih (1978), Kuda-Kuda Binal (1978), Kabut Sutra Ungu (1979), Milikku (1979) Karena Dia (1979), Ach Yang Benerrr... (1979), Cantik (1980), Fajar yang Kelabu (1981), Gadis Marathon (1981). Tapak-Tapak Kaki Wolter Monginsidi (1982), Bernafas Dalam Lumpur (1991).
SINETRON: Ujang & Aceng (1996), Duren-Duren, Abunawas, Biang Kerok dan Melodi Cinta 2.

No comments: