Search This Blog

Tuesday, December 20, 2011

Nyanyian Petani Satu



...saben hari engkau manggang sepi, berteman nyala kawung, asapnya tertatih mancal angkasa dalam sungkup langit bisu...

...rintih anakmu, nyanyian yang engkau mamah, dalam getir malam, bersama sejangkrik yang tak pernah bosan merajut zikir, dan kesiur angin yang tak pernah sanggup bawa kabar senang...

...saben senja engkau menanak lapar, bersama palu gundah, tentang harga kebutuhan pokok yang melewati kerucut gunung dan menggelitik awan, sementara padi-padi kaujual ala kadarnya...

...omel binimu, kicau yang engkau hirup, pada malam-malam kesendirianmu, karena istrimu tak mau lagi kaujalari jemari-jemari kasarmu yang penuh lumpur...

...meski begitu tak pernah kaubiarkan air bening mata rembes, menodai keikhlasanmu manggang sepi dan menanak lapar...

...hidup adalah bertahan...

Tanah Kusir, Des 2011

No comments: